Polling

Menurut anda Tampilan Web site ini Bagaimana ?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 84
Pengunjung Bulan ini : 350
Total Pengunjung : 2716

Produk Unggulan

Pertanian


Luas lahan yang digunakan untuk Pertanian sawah sebesar 213.6 Ha. Luas lahan yang digunakan untuk ladang tegalan sebesar 627.765 Ha. Wilayah Desa Wajak  secara umum mempunyai lahan tanah hitam agak coklat  yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Secara presentase kesuburan tanah Desa Wajak  terpetakan sebagai berikut: sangat subur sebesar 166.9 Ha, subur sebesar 46.7 Ha, dan sedang sebesar 627.765 Ha.  Hal ini memungkinkan tanaman padi yang digunakan untuk panen menghasilkan luas lahan sebesar 8,5 ton/ Ha.

Tanaman jenis palawija maupun sayuran cocok ditanam di sini. Adapun tanaman palawija yang dapat ditanam di lahan Desa Wajak seperti kedelai, kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ubi kayu, ubi jalar, serta tanaman sayur dan buah seperti pepaya, melon dan pisang. Untuk tanaman perkebunan yang dapat ditanam di Desa Wajak seperti jenis tanaman Tebu dan Mendong merupakan tanaman handalan. Kondisi alam yang demikian ini telah mengantarkan sektor pertanian secara umum menjadi penyumbang Produk Domestik Desa Bruto (PDDB) terbesar yaitu Rp 10.511.860.000 atau hampir 45% dari Produk Domestik Desa Bruto (PDDB) Desa yang secara total mencapai Rp. 22.607.605.000. Hal ini dapat menjadi sumber pemasukan (income) yang cukup handal bagi penduduk desa ini.

Mayoritas mata pencaharian penduduk desa wajak yaitu bertani atau bercocok tanam. Adapun kegiatan perkebunan atau pertanian yang dilakukan oleh penduduk sekitar meliputi menanam padi, jagung, brokoli, dan sawi putih. Modal yang diperlukan untuk kegiatan pertanian yaitu bibit, lahan, dan tanah. Adapun tanah yang digunakan diambil dari daerah sekitar desa, lama proses pembibitan tergantung pada bibit tanaman. Misalnya saja untuk pembibitan brokoli memerlukan waktu 1 bulan, sedangkan sawi putih 15hari. Kegiatan pembibitan tanaman kecil seperti brokoli dan sawi hanya dilakukan berdasarkan pesanan pelanggan. Untuk kegiatan penjualannya biasanya dihargai senilai Rp. 200.000,-/ 1000 bibit. Untuk pekerja dibayar secara Borongan. Pembibitan tanaman kecil tersebut dimulai sejak awal 2010, berawal dari iseng-iseng.

 

 


Share :